PKBpedia | Marwan Jafar, Anggota DPR RI FPKB mengatakan pemerintah diminta lebih optimalkan sumber daya yang dimiliki untuk memproduksi APD secara masif dengan menggandeng semua pihak, termasuk kampus-kampus.
Karena saat ini Alat Pelindung Diri (APD) sangat dibutuhkan masyarakat, rumah sakit dan paramedis sebagai garda depan penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.
"Kondisi seperti ini tak boleh terjadi berkepanjangan. Harus ada percepatan kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian, Kementerian BUMN , dan kementerian terkait lainnya, antara lain menggandeng sektor swasta, UMKM dan kampus-kampus sebagai bentuk penguatan industri dalam negeri, sekaligus bukti keberpihakan pada rakyat dalam mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air," katanya, Selasa (7/4).
Langkah tersebut, lanjut Marwan dinilai sangat strategis agar industri dalam negeri menjadi lebih tangguh dan mampu kuasai pasar dunia, bukan sebaliknya menjadi arena pasar bagi negara lain.
"Ini momentum bagus, kalau perlu pemerintah mem- baillout UMKM", imbuh Mantan Menteri Desa PDTT ini.
Bersamaan itu, Marwan juga mengapresiasi berbagai temuan APD inovatif dari para akademisi di berbagai kampus, seperti handsanitizer, masker kain, disinfektan, dan lain- lainnya, dan perlu terus didorong untuk solusi kelangkaan barang, sekaligus menekan harga di pasaran.
Marwan contohkan berbagai penemuan APD oleh kampus-kampus negeri seperti ITB, ITS, UNPAD, UGM, UI dan kampus swasta seperti Univeritas Islam Indonesia (UII) juga perlu didorong menjadi mitra kekuatan industri dalam negeri.
"Misalnya, Yayasan Masjid Salman ITB bekolaborasi dengan ITB dan FK-UNPAD berhasil membuat Ventilator Portable untuk membantu alat pernapasan bagi paru-paru. Konon, saat ini sedang menuntaskan pembuatan ventilator manual yang sangat murah, hasil desain tim MIT yang kredible, dengan menggunakan bahan baku yang mudah didapat dan harganya terjangkau," jelasnya.
Demikian pula dengan temuan APD berupa Pelindung Wajah atau Face Shield oleh kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta yang sangat dibutuhkan oleh tenaga medis di berbagai Rumah Sakit, dengan bahan baku yang sederhana dan harganya juga sangat terjangkau.
"Pemerintah dapat berperan dalam hal intervensi modal dan quality control sesuai standar WHO sehingga kelangkaan APD segera tertangani dan aman dipakai," pungkasnya.
